KEPEMIMPINAN PERUBAHAN, SEBUAH CATATAN RINGAN COACH - BAGIAN KEDUA
Kaswadi Yudha Pamungkas.S.IP, M.Si Widyaiswara Ahli Muda BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan

By Muharrir Mukhlis 08 Agu 2023, 16:11:42 WIB Artikel
KEPEMIMPINAN PERUBAHAN, SEBUAH CATATAN RINGAN COACH - BAGIAN KEDUA

DI tengah arus perubahan yang begitu cepat ini, ada empat tipe orang atau organisasi dalam menyikapi perubahan.

Pertama, pemimpin perubahan, yang berusaha terdepan untuk memulai langkah perubahan yang kemudian menjadi acuan bagi yang lain untuk mengikutinya. Tipe ini sama dengan istilah penentu kecenderungan (trend setter) atau game changer.

Kedua, pengikut perubahan, yang berusaha untuk beradaptasi terhadap perubahan yang diinisiasi pihak lain agar bisa bertahan, memberi kontribusi, atau agar tidak ketinggalan zaman.

Ketiga, penonton perubahan, yang tidak sadar dan tidak mampu mengikuti perubahan sehingga tidak bisa memberi kontribusi apapun, dan pada akhirnya hanya menonton terjadinya perubahan. Tipe ini berpotensi ditinggalkan zaman.

Keempat, penentang perubahan, yang karena lamanya berada dalam zona nyaman kemudian selalu melakukan perlawanan setiap perubahan. Bisa jadi, ia menentang perubahan karena kepentingannya terganggu atau karena terlalu kuatnya kacamata masa lalu untuk melihat fenomena hari ini dan masa depan.

Pertanyaanya, para pemimpin  di Indonesia akan memosisikan diri pada tipe yang mana? Soichiro Honda pendiri peruahaan multinasional Honda pernah mengatakan sebagian orang bermimpi untuk lari dari kenyataan, tetapi sebagian lagi bermimpi untuk mengubah kenyataan. Mimpi menjadi kekuatan untuk mengubah kenyataan, apalagi ketika mimpi tersebut sudah mampu diterjemahkan menjadi visi. Bahkan, Jack Ma makin menegaskan bahwa kompetisi masa depan ialah kompetisi imajinasi dan kreativitas. Jadi, kekuatan menjadi pemimpin perubahan bukan terletak pada ukuran kepintaran semata, melainkan kepada ketajaman visi, imajinasi, mimpi, dan kreativitas yang mengubah dunia. Dari sinilah diperlukan keberanian, kepercayaan diri, daya inisiatif, dan kekuatan memengaruhi untuk melahirkan inovasi dan future practice.

Secara makro bila di analisis, bangsa mana pun yang tergolong pemimpin perubahan di dunia ini umumnya memenuhi kriteria itu. Bangsa yang besar selalu diwarnai kekayaan inovasi future practice-nya. Hal itu terbukti dari uji korelasi yang dilakukan sebuah studi (IPB, 2021,) yakni skor Global Innovation Index (GII) berkorelasi positif dengan pendapatan per kapita sebuah negara. Semakin tinggi skor GII, semakin tinggi pula tingkat ekonominya. Negara dengan skor GII dan ekonomi yang tinggi, sebuah organisasi yang berorientasi menjadi pemimpin perubahan umumnya memiliki ladang persemaian imajinasi dan kultur arisan ide yang kuat karena ini ialah dasar bagi terciptanya future thinking.

Coba bayangkan jika para pemimpin perubahan di pemerintahan dan sektor publik memiliki kemampuan future thinking maka kelak kesejahteraan masyarakat bukan menjadi mimpi tapi sebuah realitas bangsa indonesia di masa depan.

Bersambung ke bagian 3