INOVASI SEBAGAI PILAR UTAMA PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN

By Muharrir Mukhlis 11 Okt 2018, 08:16:29 WIB Serba Serbi
INOVASI SEBAGAI PILAR UTAMA PROYEK PERUBAHAN DIKLAT KEPEMIMPINAN

Keterangan Gambar : Dr. dr Ampera M.S., Ked., MH. Staf pada BPSDM Prov Sulsel


Sebagai perwujudan dari kompetensi Diklat Kepemimpinan Struktural adalah kemampuan melakukan sebuah inovasi pelayanan publik yang dituangkan dalam Rancangan Proyek Perubahan yang akan diimplemetasikan dalam kinerja Pimpinan Pasca Diklat dengan tujuan meningkatnya mutu pelayanan publik dan kinerja sebuah organisasi.


Inovasi sebagai pilar utama dalam sebuah proyek perubahan merupakan kerangka berfikir para pemimpin-pemimpin perubahan untuk melakukan berbagai terobosan dalam pelayanan dan kinerja organisasi agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi penyelengaraan pemerintahan untuk kepentingan masyarakat yang seluas-luasnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka inovasi didefenisikan sebagai gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu atau kelompok masyarakat (rogers, 1983). Inisiatif dari pelaksanaan sebuah Inovasi terutama pada aspek dan nilai kebaruan (novelty). Selanjutnya Inovasi didefenisikan pula sebagai transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru, sehingga mengakibatkan tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld dalam Sutarno, 2012:132). Dari defenisi tersebut maka seyogyanya inovasi yang dilakukan oleh peserta diklat (reformer), setidaknya sesuatu yang mengandung nilai kebaruan dan sekaligus menyebabkan terjadinya transformasi pengetahuan akan gagasan, proses, produk atau jasa, sehingga orang dapat menggunakan atau mengadopsinya. Sebuah kebaruan dapat terjadi karena hasil dari sebuah penelitian ataupun karena pengembangan dari sebuah inovasi yang telah ada sebelumnya.

Dalam Penyusunan sebuah Rancangan Proyek Perubahan seharusnya tidaklah asal jadi, tetapi berdasarkan sebuah observasi mendalam atas situasi dan kondisi kekinian yang terjadi yang membutuhkan sebuah terobosan pelayanan berdasarkan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Sebuah inovasi yang dipilih untuk dilakukan setidaknya memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :

1.  Khas
Ciri utama dari sebuah inovasi adalah memiliki ciri khas sendiri yang sebelumnya belum pernah ada atau memiliki khas yang berbeda dengan ide tau gagasan yang sebelumnya pernah ada. Tanpa ciri khas yang spesifik, sebuah ide ataupun gagasan tidak dapat digolongkan menjadi sebuah inovasi baru. 

2.  Baru
Ciri kedua dari sebuah inovasi adalah kebaruan (novelty).  Setiap inovasi haruslah merupakan ide atau pun gagasan baru yang  memang belum pernah diungkapkan atau pun dipublikasikan sebelumnya.

3.  Terencana
 Ciri ketiga dari sebuah inovasi adalah terencana. Bukanlah sebuah inovasi jika dilakukan seadanya tanpa perencanaan yang matang. Sebuah inovasi yang dilakukan haruslah telah direncanakan sejak awal untuk mengembangkan sebuah ide, gagasan, proses, produk atau jasa , sehingga keberhasilannya dapat diukur apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

4.  Memiliki Tujuan
Ciri terakhir yang harus ada pada inovasi adalah memiliki tujuan. Perubahan yang terjadi atau dilakukan tanpa tujuan bukanlah inovasi. Inovasi haruslah berangkat dari sebuah tujuan untuk mengembangkan sesuatu agar memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi pengguna (user) inovasi tersebut.


Berangkat dari pemahaman terhadap definisi dan ciri-ciri sebuah inovasi, maka dapat dipastikan bahwa sebuah Proyek Perubahan akan memberikan manfaat yang sebaik-baiknya jika dilandasi oleh pemenuhan aspek-aspek inovasi sebagai pilar utama dari proyek perubahan tersebut.