Hadiri 74 Tahun PGI
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan: Indonesia Sunatullahnya Jadi Negeri Beragam Agama, Suku, Ras dan Budaya

By Muharrir Mukhlis 26 Mei 2024, 21:52:00 WIB Sulselprov
Hadiri 74 Tahun PGI

Minggu, 26 Mei 2024

MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan menghadiri acara 74 Tahun Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di Gedung Lilin UKI Paulus Makassar, Sabtu malam, 25 Mei 2024. Tema yang diangkat "Menjadi Satu dengan Sempurna".

Ketua PGI Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbara), Pendeta Andrie O Massie mengatakan, umat Kristiani khususnya di Sulawesi Selatan berbahagia.

"Karena di hari ulang tahun ke-74 ini kami boleh merayakan ibadah tadi jam lima sore. Perayaan ini kami sungguh berbahagia karena dihadiri oleh Bapak Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, baru lima hari di sini tapi sudah bisa menghadiri ini suatu kebanggaan bagi kami," sebutnya.

Adapun, Penjabat Gubernur Prof. Zudan menyampaikan, atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan selamat ulang tahun ke-74. 

"Semoga momentum ulang tahun Persekutuan Gereja Indonesia yang ke-74 ini menjadi momentum kita bersama untuk meneguhkan kerukunan dan toleransi," katanya.

Dia menyatakan, bahwa kekayaan terbesar bangsa Indonesia, sampai hampir 80 tahun Indonesia merdeka, tetap rukun dan mampu menjaga toleransi.

Kondisi yang saling berbeda satu sama lain itu adalah sunatullah yang perlu dikelola dengan baik agar menjadi aset yang baik dan konstruktif, bukan menjadi sesuatu yang destruktif. 

"Karena di Indonesia itu sunatullahnya menjadi negeri yang beragam-ragam agamanya, beragam-ragam suku bangsa dan beragam-ragam rasnya dan beragam-ragam budayanya , ini harus kita jaga bersama," sebutnya.

Maka momentum 74 tahun Persekutuan Gereja ini adalah sangat baik. Apalagi terdapat perhelatan Politik untuk mempersatukan bangsa.

"Maka politik juga harus mampu menyatukan kita semuanya, politik juga harus mampu membangun kerukunan dan persatuan, agar Sulawesi Selatan tetap bisa maju. Harmonis aman dan damai," pungkasnya.(*)