ESENSI DARI RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN PADA DIKLAT KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

By Muharrir Mukhlis 08 Okt 2018, 20:31:51 WIB Serba Serbi
ESENSI DARI RANCANGAN PROYEK PERUBAHAN PADA DIKLAT KEPEMIMPINAN STRUKTURAL

Keterangan Gambar : Dr. dr Ampera M.S., Ked., MH. Staf pada BPSDM Prov Sulsel


Setiap peserta diklat kepemimpinan struktural pola baru diwajibkan untuk menyusun sebuah rancangan proyek perubahan yang akan di presentasikan sebagai salah satu syarat untuk dapat dinyatakan lulus dalam diklat kepemimpinan tersebut. Diklat kepemimpinan struktural Pola baru adalah salah satu model pembelajaran bagi para pemimpin atau calon pemimpin agar memiliki kompetensi kepemimpinan dan mampu menerapkan kompetensi tersebut dan mampu melakukan perubahan-perubahan di area kerjanya yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.

Pengembangan model diklat kepemimpinan pola baru adalah sebuah upaya untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin yang peka dengan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang mengedepankan asas-asas pemerintahan yang baik (good governance) yaitu transparansi, akuntabilitas, penegakan hukum, partisipasi, efektivitas, efisiensi, konsensus, dan kesamaan kedudukan di depan pemerintahan. Penyelenggaraan asas-asas pemerintahan yang baik sebagai bagian dari Reformasi birokrasi diharapkan akan meningkatkan mutu pelayanan publik.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka Rancangan Proyek perubahan yang dibuat oleh peserta diklat (reformer) adalah mendisign sebuah terobosan atau inovasi pelayanan publik berdasarkan skala prioritas dengan melibatkan stake holder di masing-masing area perubahan reformer. Untuk merancang sebuah inovasi dibutuhkan bimbingan dari Coach atau Widyaiswara yang berpengalaman agar proyek prubahan tersebut memberikan hasil dan manfaat bagi reformer, institusi dan masyarakat sebagai penerima layanan publik dari Aparatur pemerintahan.

Design Rancangan Proyek Perubahan bagi seorang reformer haruslah memperhatikan isu-isu strategis yang berkembang baik yang bersifat internal maupun eksternal organisasi yang sifatnya inovatif, aktual, relevan, strategis, spesifik dan tranformatif, sehingga mampu menjawab permasalahan, memberikan hasil dan manfaat baik yang bersifat jangka pendek, menengah dan panjang serta dapat berkelanjutan.

Pemilihan sebuah Rancangan Proyek Perubahan seharusnya berangkat dari sebuah permasalahan yang sedang terjadi dan dialami oleh seorang reformer pada bidang tugasnya untuk melakukan sebuah inovasi kearah yang diinginkan berdasarkan tupoksi jabatan eselonisasi, Visi dan misi serta rencana strategis organisasi. Oleh sebab itu Rancangan Proyek Perubahan bagi seorang reformer adalah bagian dari kompetensi kepemimpinan yang harus dapat diwujudkan dan diaplikasikan sebagai salah satu dasar penilaian kelulusan dalam diklat kepemimpinan struktural.